Retargeting adalah salah satu teknik pemasaran digital yang sangat efektif dalam meningkatkan konversi di bisnis e-commerce. Teknik ini bekerja dengan menargetkan ulang konsumen yang sebelumnya telah berinteraksi dengan situs web atau aplikasi Anda, namun belum melakukan tindakan yang diinginkan, seperti pembelian. Dalam dunia e-commerce yang semakin kompetitif, retargeting menjadi kunci untuk mengubah pengunjung yang hanya sekadar melihat produk menjadi pelanggan yang benar-benar membeli.
1. Apa itu Retargeting?
Retargeting, atau dikenal juga dengan sebutan remarketing, adalah strategi pemasaran yang mengandalkan cookies untuk melacak pengunjung yang telah mengunjungi situs web Anda atau berinteraksi dengan iklan tertentu, dan kemudian menampilkan iklan kepada mereka di platform lain, seperti media sosial atau situs web lain yang mereka kunjungi. Hal ini memungkinkan bisnis untuk tetap berada di pikiran calon pelanggan dengan menampilkan iklan yang relevan sesuai dengan perilaku mereka sebelumnya.
Contohnya, jika seorang pengguna mengunjungi halaman produk di toko online Anda tetapi meninggalkan situs tanpa melakukan pembelian, iklan produk tersebut akan muncul kembali saat mereka menjelajahi media sosial atau situs lain. Dengan demikian, retargeting dapat meningkatkan peluang konversi dengan memfokuskan upaya pemasaran pada audiens yang sudah menunjukkan minat terhadap produk atau layanan yang Anda tawarkan.
2. Meningkatkan Konversi dengan Menjangkau Audiens yang Relevan
Salah satu alasan utama mengapa retargeting sangat penting dalam pemasaran e-commerce adalah karena menjangkau audiens yang sudah tertarik. Pengunjung yang telah mengunjungi situs Anda sebelumnya dan melihat produk-produk tertentu cenderung lebih responsif terhadap iklan yang relevan karena mereka sudah mengenal merek dan produk Anda.
Dengan menampilkan iklan yang relevan kepada audiens ini, bisnis dapat memanfaatkan nurturing leads, yaitu proses membangun hubungan dengan calon pelanggan hingga mereka siap melakukan pembelian. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 97% pengunjung situs web e-commerce tidak melakukan pembelian pada kunjungan pertama mereka, sehingga retargeting menjadi alat yang sangat efektif untuk membawa mereka kembali dan mengonversinya menjadi pelanggan.
3. Menumbuhkan Kesadaran Merek dan Pengingatan Produk
Salah satu manfaat besar dari retargeting adalah menumbuhkan kesadaran merek. Ketika audiens terus melihat iklan produk atau merek Anda setelah mereka meninggalkan situs web, mereka menjadi lebih familiar dengan produk Anda. Hal ini meningkatkan pengingatan produk, yang penting dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Biasanya, semakin sering audiens melihat iklan produk tertentu, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian.
Retargeting juga dapat membantu mengingatkan audiens tentang produk yang mereka minati tetapi belum dibeli. Mungkin mereka tertarik pada produk tetapi terbentur pada anggaran, atau mereka belum sepenuhnya yakin dengan pembelian mereka. Dengan mengingatkan mereka tentang produk tersebut, retargeting memberi peluang bagi mereka untuk mempertimbangkan pembelian lebih lanjut.
4. Menyesuaikan Iklan untuk Audiens yang Berbeda
Salah satu keuntungan besar dari retargeting adalah kemampuannya untuk menyesuaikan iklan berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh pengunjung di situs Anda. Misalnya, jika seseorang hanya mengunjungi halaman produk tetapi tidak menambahkannya ke keranjang, Anda dapat menampilkan iklan produk mereka dengan penawaran khusus atau diskon untuk mendorong mereka melakukan pembelian.
Di sisi lain, jika pengunjung telah menambahkan produk ke keranjang tetapi tidak menyelesaikan pembelian, Anda bisa menampilkan iklan dengan pesan yang lebih mendesak, seperti “Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan diskon tambahan jika Anda menyelesaikan pembelian sekarang!” Dengan cara ini, retargeting memungkinkan Anda untuk memberikan pesan yang sangat relevan dan dipersonalisasi, yang meningkatkan peluang konversi.
5. Mengurangi Biaya Akuisisi Pelanggan Baru
Mengakuisisi pelanggan baru bisa sangat mahal, terutama dalam industri e-commerce yang sangat kompetitif. Penggunaan iklan berbayar untuk menarik pengunjung baru ke situs Anda membutuhkan investasi besar dalam iklan dan penargetan yang tepat. Namun, retargeting memungkinkan Anda untuk memaksimalkan nilai dari audiens yang sudah ada, yaitu pengunjung yang sudah tertarik dengan produk Anda.
Dengan menargetkan ulang pengunjung yang sudah terlibat, Anda dapat mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru, karena mereka sudah mengenal merek Anda dan lebih cenderung untuk melakukan pembelian. Retargeting memungkinkan Anda untuk menggunakan anggaran pemasaran secara lebih efisien, memastikan bahwa Anda tidak kehilangan peluang dengan audiens yang sudah tertarik.
6. Menurunkan Tingkat Pengabaian Keranjang Belanja
Salah satu tantangan terbesar dalam e-commerce adalah tingkat pengabaian keranjang belanja, di mana pelanggan menambahkan produk ke keranjang mereka tetapi meninggalkan situs tanpa melakukan pembelian. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 70% pembeli meninggalkan keranjang belanja mereka tanpa menyelesaikan transaksi. Retargeting dapat membantu menurunkan tingkat ini dengan menampilkan iklan yang mengingatkan pelanggan tentang produk yang mereka tinggalkan.
Dengan menggunakan iklan retargeting yang relevan dan memberi insentif tambahan, seperti diskon atau pengiriman gratis, bisnis dapat mendorong pelanggan untuk kembali dan menyelesaikan pembelian mereka, mengurangi tingkat pengabaian dan meningkatkan konversi.
7. Meningkatkan Pengalaman Pelanggan
Retargeting bukan hanya tentang mendorong penjualan, tetapi juga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Dengan menampilkan iklan yang relevan dan berguna, bisnis dapat memberikan nilai lebih kepada pelanggan dengan cara yang tidak mengganggu. Pelanggan merasa dihargai ketika mereka melihat iklan produk yang mereka minati, terutama jika iklan tersebut menawarkan sesuatu yang menarik, seperti diskon atau pengingat produk yang mereka suka.
8. Mengukur Efektivitas Pemasaran
Salah satu keuntungan dari retargeting adalah kemampuan untuk mengukur efektivitas kampanye secara langsung. Dengan memanfaatkan analitik, Anda dapat melihat berapa banyak konversi yang dihasilkan dari kampanye retargeting, berapa banyak pengunjung yang kembali ke situs Anda, dan berapa banyak yang akhirnya melakukan pembelian. Data ini sangat berharga untuk mengoptimalkan kampanye pemasaran Anda di masa mendatang dan membuat keputusan yang lebih tepat dalam pengalokasian anggaran pemasaran.
Kesimpulan
Retargeting adalah alat yang sangat efektif dalam strategi pemasaran e-commerce. Dengan menargetkan pengunjung yang sudah menunjukkan minat terhadap produk Anda, Anda dapat meningkatkan peluang konversi, mengurangi biaya akuisisi pelanggan, dan menurunkan tingkat pengabaian keranjang belanja. Dengan menyesuaikan pesan iklan untuk audiens yang berbeda dan meningkatkan kesadaran merek, retargeting memberikan keuntungan besar dalam hal efisiensi dan pengembalian investasi (ROI). Untuk bisnis e-commerce, retargeting bukan hanya sebuah strategi tambahan, tetapi harus menjadi bagian integral dari pemasaran digital mereka
Related Posts

Bagaimana Memilih Pakan yang Tepat untuk Hewan Peliharaan?
Memberikan pakan yang tepat adalah salah satu faktor terpenting dalam…

Manfaat big data dalam pengambilan keputusan bisnis
Dengan jumlah data yang terus meningkat dari berbagai sumber, seperti…